More Income For Malaysians

Posts Tagged ‘halal or haram

Seorang pembaca ke halaman blog saya menerusi carian “MLM adalah haram?” di carian Google.

Secara peribadi saya tidak menelusi hal ini ketika saya mendaftar sebagai pengedar produk.  Pada hemat saya : –

a)     Score A adalah produk yang saya gunakan untuk tiga orang anak saya yang masih bersekolah;
b)     Saya sangat puas hati dengan munafaat yang  keluarga saya perolehi dari Score A,
c)     Saya tidak mendapatkan wang dengan merekrut pengedar baru.  Saya harus menjual produk,
d)     Score A merupakan produk pendidikan dan tidak memiliki apapun elemen haram terkait dengannya.

Meski demikian, ini merupakan masalah penting, lalu saya melakukan penelitian sendiri.  Saya menjumpai satu-satunya artikel terkait dengan topik ini yang ditulis oleh Ustaz Zaharuddin.  Ustaz Zaharudin adalah pensyarah di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia dan telah mempunyai penampilan cukup mengesankan dalam bidang perdagangan, akademik dan penyelidikan.

Dalam artikel ini, Ustaz Zaharudin telah melakukan analisis kritis berkenaan MLM dan memberikan pandangan beliau tentang pada hal-hal yang membuat bisnis MLM tidak memenuhi persyaratan syariah.  Artikel ini dengan jelas sangat menarik dan telah mengundang perdebatan sebanyak 181 komentar diruang di blognya.

Ustaz Zaharuddin menyimpulkan 9 ciri-ciri dalam pandangannya, akan memenuhi persyaratan minimum Syariah.  Satu ciri yang dinyatakan seperti berulang, maka saya senaraikan 8 ciri-ciri tersebut.
1)     Produk yang harus dibeli dengan tujuan untuk menggunakan produk, bukan hanya sebagai helah untuk memenuhi aturan Syariah.
2)     Bukan dari produk emas atau perak.
3)     Harus ada struktur komisen kewangan yang jelas dan mudah dipahami.
4)     Komisen yang harus didasarkan pada nilai produk yang dijual, bukan pada jumlah rekrut yang dilakukan.
5)     Tidak harus ada sasaran penjualan untuk memeprolehi komisen.
6)     Setiap upline harus berusaha mempromosikan aktiviti penjualan downline.  Dengan itu tidak ada pendapatan tanpa “usaha”.
7)     Skim perniagaan piramid adalah jelas haram.
8)     Perencanaan bersama struktur pemasaran antara upline dan downline.

Score A memenuhi persyaratan, kecuali mungkin ada keraguan dilemparkan pada beberapa seperti perkara (6) dan (8).  

Perkara (6) – Tidak ada pendapatan tanpa usaha
Janji penghasilan pendapatan pasif (pendapatan usaha dengan satu kali saja) adalah salah satu kelebihan MLM.  Jika downline kita tumbuh seperti yang kita inginkan, mungkin ada waktu dimana kita mungkin tidak mengenali dan mengetahui siapa orang-orang di “upline“.

Saya melihat bahwa upline telah dibawa ke dalam jaringan oleh orang-orang yang kita ketahui dan kenali.  Ia adalah cara kita bekerja, kami menganjurkan, menaja dan membimbing downline yang mengwujudkan downline baru kemudiannya.  Mengatakan bahwa downline terbawah tiada kaitan dengan upline mungkin tidak benar.

Bandingkan aspek MLM ini dengan jenis pendapatan pasif.  Katakanlah, dengan karya seorang penulis.  Dia pernah menulis buku, ia akan diterbitkan dan mendapat royalti dari penjualan kepada orang-orang yang tidak ia pernah berhubung dan mengenali sama sekali.

Pada kenyataannya, saya berani mengatakan ramai orang gagal dalam MLM adalah kerana mereka tidak berusaha !

Perkara (8) – Perencanaan bersama struktur pemasaran antara upline dan downline.
Kita semua tahu bahwa ini adalah tidak mungkin.  Dalam banyak urusniaga, (bahkan perjanjian pinjaman perbankan Islam) adalah sering terjadi urusniaga “setuju atau tidak setuju”.  Kesempatan untuk membeli produk dan untuk mendaftar sebagai pengedar datang dengan syarat-syarat tertentu.  Kepada kami ini untuk menjelaskan perincian untuk kita sebelum bersetuju untuk menyertainya.

Tentu saja, ada orang hanya menyatakan beberapa serta menyembunyikan perincian dan langsung mendaftar seseorang.  Kemudian downline menyadari bahawa ia telah mendaftar untuk sesuatu yang dia tidak inginkan.  Hal ini terjadi banyak dalam kehidupan.  Membeli kereta, membeli buku, memilih kontraktor, menandatangani perjanjian dll.

Hati nurani kita harus membimbing kita dalam masalah ini.  Kita dapat melihat pada cermin dan mengatakan bahawa kita telah menggabungkan semua fakta-fakta yang, sehingga pembeli dapat membuat sebuah keputusan berdasarkan maklumat yang diperolehinya.  Jika kita lakukan, maka urusniaga telah dilakukan dalam semangat musyarakah.

Kesimpulan
Saya bukan seorang ahli dalam ekonomi Islam.  Namun ketika mahu menulis artikel ini mengingatkan saya tentang sebuah Sunnah Nabi (saw) yang saya pernah baca.  Saya tidak ingat keseluruhannya, tetapi prinsip-prinsip adalah sebagaimana tercantum di bawah ini.  Nabi Muhamad (saw) telah bercakap dengan seseorang yang telah diutuskan ke luar memerintah di tempat yang jauh.

“Bagaimana Anda membuat keputusan?”
“Saya akan menggunakan Al-Quran sebagai sumber petunjuk”.
“Dan jika tidak ada didalam Al-Quran?”
“Kemudian saya akan menggunakan Sunnah sebagai sumber petunjuk”
“Dan jika tidak ada dalam Sunnah?”
“Kemudian saya akan menggunakan hati nurani saya dan saya membuat keputusan dengan pemikiran dikurniakan ole Allah swt”

Ini adalah sebuah jawaban yang menggembirakan Nabi (saw).

Ini adalah sepertimana yang saya alami sekarang.  Saya merasa yakin bahwa Score A memenuhi persyaratan Syariah dan rezeki yang dicari dan mendapatkan dari usaha ini adalah halal kepada saya, Insya’Allah.

Sementara itu, saya menyambut orang-orang yang tertarik untuk bergabung dalam perniagaan ini.  Ada banyak peluang usaha yang menarik di Malaysia.  Ada banyak cara untuk memperoleh penghasilan dengan separuh waktu, sehingga pendapatan ini melebihi pendapatan  sepenuh waktu anda!  Maka anda dapat membangun menghasilkan sumber pendapatan pasif.

SCORE A, yang kini memungkinkan setiap orang untuk berjaya!

Kirimkan maklumat anda; nama, alamat, nombor telefon dan waktu terbaik bagi saya untuk menghubungi anda ke more.income28@gmail.com

Terima kasih kerana telah membaca artikel ini.

Salam dari teman keusahawanan anda

mamadou

A reader landed on one of my blogs by googling for “is MLM haram?”

 

Personally I did not address this issue when I signed up as a distributor. My logic was that:-

 

         Score A was a product that I was using for my 3 school going children,

 

         I am very happy with the benefits my family and I are getting from Score A,

 

         I do not get any money from recruiting distributors alone. I have to sell the product,

 

         Score A is an educational product and has no elements of anything haram associated with it.

 

Still, this is an important issue, so I did my own research. The only serious article I found on this topic was by Ustaz Zaharuddin. Ustaz is a lecturer in the International Islamic University, Malaysia and has quite impressive commercial, academic and literary credentials.

 

In this article, Ustaz did a critical analysis of MLM and presented his views on the issues that make a MLM business non Syariah compliant. This article was obviously hotly debated in the Malaysian blogosphere and attracted a total of 181 comments.

 

Ustaz Zaharuddin listed 9 attributes that, in his view, would meet the minimum requirements of Syariah. One point seems to be repetitive, so I am listing the rest of the 8 here.

1. The product must be bought with the real purpose of using the product, not just as a ruse to meet the Syariah rules.

2. The product must not be gold or silver.

3. There must be a clear and easily understood commission structure.

4.  The commissions must be based on the value of products sold, not on number of recruits alone.

5. There must be no sales targets before commissions are earned.

6. Each upline must put effort on promoting the sales activities of his downline. This is so that there is no income without “effort”.

7. Pyramid schemes are clearly haram.

8. Structuring the marketing plan in joint discussions between upline and downlines.

 

Score A meets the requirements, except that there may be some doubts cast on items ( 6 ) and ( 8 ).

 

Item 6 –  There should be no income without effort

 

The promise of earning passive income (income with one time effort only) is one of the biggest advantages of MLM. If our downline grows as we want it to, there might come a time when we might not know the people at the “front line”, so to speak.

 

My view is that this “front line” were brought into the network by people we know. It was our work in approaching, sponsoring and coaching our downline that resulted in the subsequent downlines. To say that the work of the ultimate downlines have nothing to do with us may not be correct.

 

Compare this aspect of MLM with other types of passive income. Say,with the work of an author. He or she writes the book once, gets it published and gets royalty from the sales to people not remotely connected.

 

In fact, I take the stand that the principal reason by so many people fail in their MLM is because they take no effort!

 

Item ( 8 ) – The Compensation Plan to be arrived at by discussions with our downline

 

We all know this is not possible. In so many transaction, (even Islamic banking loan agreements) it is often a “take it or leave it” transaction. The opportunity to buy the product and to sign up as a distributor comes with certain terms. It is upon us to explain the details to our prospects before we sign them up.

 

Of course, some may just gloss over the details and sign up someone. Later the downline realises that what he /she signed up for was not what he thought. This happens in so many areas of life. Buying a car, buying a book, appointing a contractor, signing a contract etc.

 

Our conscience should guide us in this issue. Can we sincerely look at a mirror and say that we put all the facts of the case, so that the buyer could make an informed judgement? If we did, then the transaction is done in a spirit of musyarakah.

 

Conclusion

 

I am not an expert in Islamic commerce. However writing this article reminded me of a Sunnah I have read. I cannot remember the details, but the principles are as listed below.

 

Our Prophet (pbuh), has this conversation with someone who was being sent off to govern a far off place.

 

“How will you make your decisions?”

 

“I’ll use the Holy Quran as my source of guidance”.

 

“And if it is not in the Holy Quran?”

 

“Then I’ll use the Sunnah as my source of guidance”

 

“And if it is not in the Sunnah?”

 

“Then I’ll use my conscience and make my decision with the thought of Allah SWT.”

 

This was an answer that pleased our Prophet (pbuh).

 

This is exactly how I feel now. I am feeling confident that Score A meets the requirements of Syariah and the rezeki that I seek and get from this business is halal upon me, Insya’Allah.

 

In the meantime, I welcome those of you who are interested, to join me in this business. It’s an exciting business opportunity for Malaysians. It’s a great way to earn part time income, until it overtakes your full time income. Then you can build it into a passive income source.

 

It’s SCORE A, an online educational portal that now allows everyone to score in their exams!!!

 

Read about some of the characteristics of the product here.

 

Email me at more.income28@gmail.com with your name, town, hp number and the best time for me to call you.

 

Thank you for reading this post.

 

Best regards

 

 

Anwar

 


July 2017
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31